solar plexus ini hampir meledak, sejuta matahari sedang sombong-sombongnya, bersinar semena-mena di mataku, hampir buta dibuatnya, ada dunia yang lebih indah dari ini?
waktu semua yang terlihat hanya batas tipis antara langit malam dan bumi, waktu lampu dan gemintang berdesak-desakan berebut tempat di layar hitam yang ku nikmati hanya dengan celana kolor dan kaos dua hari tak tersentuh sabun cuci, dan semua tetap luar biasa.
mau tau rasanya? indah sekali! seindah pepatah licik yang kondang raya, hari ini ngamen gratis, atau, hari ini bayar besok gratis, tidak akan berakhir sampai jenggot bisa tumbuh di jidat para biksu [tak usah membayangkan, saya sempat, mengerikan hasilnya]. rasa ini kontinyu, berkesinambungan, menjajah perlahan-lahan, halus sekali, sampai tak terasa lagi adanya.
wahai Yang Maha, ijinkan aku menikmati bara yang sudah terlanjur kupercikkan, kusiram bensin, dan kucelupkan ujung jari dan sebagian hatiku disitu. tidak ludes terbakar memang, tapi hangatnya bisa jelas merambat nikmat.
jika sudah waktunya kehilangan, tolong ambil dia cepat-cepat, seperti copet pasar yang tidak punya hati, merebut tiba-tiba, hilang semua, kala sadar, berteriak tiada guna, hanya diam meratapi, melupakan. jangan ambil seperti perampok dengan senjata, mengancam rebut nyawa atau serahkan dia, sampai hati tergoda satu tanya, adakah matiku lebih indah daripada adanya dia?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

2 komentar:
nice dee but aku masih harus nanya langsung ma yg bersangkutan coz masih bingung yang kucu lagi jenggot yg tumbuh di jidat....wakaka=)) udah terbayangkan duluan hahaha =))
keep bloging......n joging....
tanyain aja apa yang perlu ditanya tha,,sbelum copetnya dateng,,the sooner the better,,hehe ^_^
oke de tha,,i'll keep blogging,,joging(?),,amazing,,
makaci yah,,
Posting Komentar