Senin, Maret 02, 2009

Angkat Koper

smua sudah rapi
sudah tersusun dalam koper usang yang aku bawa setahun yang lalu
maaf, aku bawa lagi semua barang-barangku yang setahun ini kita pakai bersama
banyak yang sudah rusak memang, tapi tak apa,
aku bawa lagi daripada mengotori rumahmu nanti

aku siap pergi sayangku
sekali lagi koper kubuka, pastikan semuanya sudah terbawa
kembali aku memandang sudut kiri dalam koper
yang kosong
disitu aku menyimpan hatiku
setahun yang lalu

Rabu, November 26, 2008

Sabtu, November 22, 2008

..tak layak kau didera..

sayang,
kita kini sudah duduk berhadapan, tolong tegakkan kepalamu, aku akan sedikit bercerita tentang hatiku. aku tidak memaksamu untuk memahami setiap jengkal perjalanan kalimatku. aku hanya bisa berharap, seluruh inderamu bisa menerima semua bahasa yang akan kukirimkan padamu. sungguh sayangku, setengah mati akan aku coba jelaskan semuanya.

hati seharusnya seperti air, mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. itu yang aku kutip dari "rectoverso". satu kalimat sederhana yang dengan telaknya menginjak-injak naluriku. seketika aku bertanya, apakah hatiku sedang mengalir bersamamu sekarang? aku merasa sedang diam sayang, statis, tidak bergerak. seperti perahu karet terombang ambing tanpa dayung di danau buatan. hanya bisa bergoyang-goyang sedikit jika sedang beruntung karena kebetulan ada angin lewat.

maafkan aku, oh bukan, ini belum saatnya minta maaf. ini saat untuk lebih membuat kamu mengerti. aku yakin kamu tau, betapa aku goyah jika kamu pergi, betapa duniaku yang 5 tahun ini kamu isi, kamu penuhi, kamu bentuk perlahan, akan berantakan dan jadi abstrak jika kamu tak ada. tapi ini mulai terasa tak adil untukmu. aku tak ingin tetap bersamamu karena aku takut sendiri. aku tak ingin kamu tenggelam bersamaku dalam danau buatan hanya karena tak ada angin lagi yang menggoyangkan perahu karetku.

sayang,
saat ini mulai aku lihat kemarahan itu di matamu. berbaur dengan sedihmu yang kamu coba tutupi dengan sedikit kerutan di dahimu. aku tidak pernah suka kerutan-kerutan itu.

maafkan aku,

"Lepaskanku segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta
Karena kaulah satu yang kusayang
Dan tak layak kau didera"

-peluk, by dewi lestari-

Kamis, November 06, 2008

Ketika cinta [mulai] tak berbalas,,

ketika,,
sapa ini tak lagi membangunkanmu,,sentuh ini tak lagi menggetarkanmu,,tatap ini tak lagi menghangatkanmu,,buai ini tak lagi menidurkanmu,,

ketika,,
wajah itu tak lagi hadir di mimpiku,,senyum itu tak lagi mampu menggugah senyumku,,hati itu tak lagi ada di hatiku,,

mari,,duduklah di depanku sayang,,mari bicara dengan hati..dan kamu akan mengerti,,
saling melepaskan adalah indah bagi kita,,

Rabu, Oktober 29, 2008

Sesuatu yang [Kebetulan] saya tau,,

saya tau perselingkuhan itu,,tapi saya bisa apa,,lelaki itu terlalu baik di mata saya,,dan perempuan itu,,hmpf,,saya tak lagi heran kalu semua ini akhirnya terjadi,,tapi lagi-lagi saya bisa apa? lelaki itu keluarga saya,,perempuan itu [otomatis] juga jadi keluarga saya karena sebuah ikatan yg orang bilang sakral,,

saya tau perselingkuhan itu,,haruskah saya memilih untuk pura-pura tidak tau..?

Selasa, April 29, 2008

Dia Yang Paling,,,

Satu pagi yang tak berteman,,
[it's so cold out there,,]

tiba-tiba aku ingat dia,,

yang senyumnya paling banyak kulihat,,
yang hatinya paling sering kubuat sedih,,
yang tawanya paling sering kurindukan,,
yang air matanya paling banyak kubuat tumpah,,
yang belaiannya paling ingin kurasakan,,
yang cemasnya paling tak ingin kusebabkan,,
yang keinginannya paling ingin kuwujudkan,,
yang waktunya paling banyak kusita,,
yang nasehatnya paling banyak tak kudengarkan,,
yang tidurnya paling banyak kubangunkan,,
yang jiwa raganya paling ingin kubahagiakan,,
yang adanya paling sering kulupakan,,
yang cintanya tak akan pernah bisa kusamakan,,
yang peluknya paling bisa menghangatkan,,
yang tiadanya tak akan pernah bisa kubayangkan,,

i love u ibu,,


Rabu, April 16, 2008

ngehe..

waw..
satu bulan saya nggak tengok-tengok blas blog saya ini, no particular reason sbenernya, cuma bisa bilang memang atmosfirnya lagi nggak pas aja.. [itu pembelaan yang paling puol yang bisa saya kasih..]

saya baik2 saja, dengan dunia dibawah langit yang sama. cuma masih ragu aja waktu bakal bawa saya kemana. [mulai agak ngehe-ngehe, apa daya suasana hati lagi bgitu..]

posting ini akan terasa hambar, tidak beresensi, nggak ada intinya, ra mutu blas pokoke! peduli setan, saya hanya butuh nulis sedikit aja, mungkin bisa bikin hati saya agak lega.

sudah deh, saya sudah bilang ini nggak mutu blas,,

maap yah..