Rabu, November 26, 2008
Sabtu, November 22, 2008
..tak layak kau didera..
sayang,
kita kini sudah duduk berhadapan, tolong tegakkan kepalamu, aku akan sedikit bercerita tentang hatiku. aku tidak memaksamu untuk memahami setiap jengkal perjalanan kalimatku. aku hanya bisa berharap, seluruh inderamu bisa menerima semua bahasa yang akan kukirimkan padamu. sungguh sayangku, setengah mati akan aku coba jelaskan semuanya.
hati seharusnya seperti air, mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. itu yang aku kutip dari "rectoverso". satu kalimat sederhana yang dengan telaknya menginjak-injak naluriku. seketika aku bertanya, apakah hatiku sedang mengalir bersamamu sekarang? aku merasa sedang diam sayang, statis, tidak bergerak. seperti perahu karet terombang ambing tanpa dayung di danau buatan. hanya bisa bergoyang-goyang sedikit jika sedang beruntung karena kebetulan ada angin lewat.
maafkan aku, oh bukan, ini belum saatnya minta maaf. ini saat untuk lebih membuat kamu mengerti. aku yakin kamu tau, betapa aku goyah jika kamu pergi, betapa duniaku yang 5 tahun ini kamu isi, kamu penuhi, kamu bentuk perlahan, akan berantakan dan jadi abstrak jika kamu tak ada. tapi ini mulai terasa tak adil untukmu. aku tak ingin tetap bersamamu karena aku takut sendiri. aku tak ingin kamu tenggelam bersamaku dalam danau buatan hanya karena tak ada angin lagi yang menggoyangkan perahu karetku.
sayang,
saat ini mulai aku lihat kemarahan itu di matamu. berbaur dengan sedihmu yang kamu coba tutupi dengan sedikit kerutan di dahimu. aku tidak pernah suka kerutan-kerutan itu.
maafkan aku,
"Lepaskanku segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta
Karena kaulah satu yang kusayang
Dan tak layak kau didera"
-peluk, by dewi lestari-
kita kini sudah duduk berhadapan, tolong tegakkan kepalamu, aku akan sedikit bercerita tentang hatiku. aku tidak memaksamu untuk memahami setiap jengkal perjalanan kalimatku. aku hanya bisa berharap, seluruh inderamu bisa menerima semua bahasa yang akan kukirimkan padamu. sungguh sayangku, setengah mati akan aku coba jelaskan semuanya.
hati seharusnya seperti air, mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. itu yang aku kutip dari "rectoverso". satu kalimat sederhana yang dengan telaknya menginjak-injak naluriku. seketika aku bertanya, apakah hatiku sedang mengalir bersamamu sekarang? aku merasa sedang diam sayang, statis, tidak bergerak. seperti perahu karet terombang ambing tanpa dayung di danau buatan. hanya bisa bergoyang-goyang sedikit jika sedang beruntung karena kebetulan ada angin lewat.
maafkan aku, oh bukan, ini belum saatnya minta maaf. ini saat untuk lebih membuat kamu mengerti. aku yakin kamu tau, betapa aku goyah jika kamu pergi, betapa duniaku yang 5 tahun ini kamu isi, kamu penuhi, kamu bentuk perlahan, akan berantakan dan jadi abstrak jika kamu tak ada. tapi ini mulai terasa tak adil untukmu. aku tak ingin tetap bersamamu karena aku takut sendiri. aku tak ingin kamu tenggelam bersamaku dalam danau buatan hanya karena tak ada angin lagi yang menggoyangkan perahu karetku.
sayang,
saat ini mulai aku lihat kemarahan itu di matamu. berbaur dengan sedihmu yang kamu coba tutupi dengan sedikit kerutan di dahimu. aku tidak pernah suka kerutan-kerutan itu.
maafkan aku,
"Lepaskanku segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta
Karena kaulah satu yang kusayang
Dan tak layak kau didera"
-peluk, by dewi lestari-
Kamis, November 06, 2008
Ketika cinta [mulai] tak berbalas,,
ketika,,
sapa ini tak lagi membangunkanmu,,sentuh ini tak lagi menggetarkanmu,,tatap ini tak lagi menghangatkanmu,,buai ini tak lagi menidurkanmu,,
ketika,,
wajah itu tak lagi hadir di mimpiku,,senyum itu tak lagi mampu menggugah senyumku,,hati itu tak lagi ada di hatiku,,
mari,,duduklah di depanku sayang,,mari bicara dengan hati..dan kamu akan mengerti,,
saling melepaskan adalah indah bagi kita,,
sapa ini tak lagi membangunkanmu,,sentuh ini tak lagi menggetarkanmu,,tatap ini tak lagi menghangatkanmu,,buai ini tak lagi menidurkanmu,,
ketika,,
wajah itu tak lagi hadir di mimpiku,,senyum itu tak lagi mampu menggugah senyumku,,hati itu tak lagi ada di hatiku,,
mari,,duduklah di depanku sayang,,mari bicara dengan hati..dan kamu akan mengerti,,
saling melepaskan adalah indah bagi kita,,
Rabu, Oktober 29, 2008
Sesuatu yang [Kebetulan] saya tau,,
saya tau perselingkuhan itu,,tapi saya bisa apa,,lelaki itu terlalu baik di mata saya,,dan perempuan itu,,hmpf,,saya tak lagi heran kalu semua ini akhirnya terjadi,,tapi lagi-lagi saya bisa apa? lelaki itu keluarga saya,,perempuan itu [otomatis] juga jadi keluarga saya karena sebuah ikatan yg orang bilang sakral,,
saya tau perselingkuhan itu,,haruskah saya memilih untuk pura-pura tidak tau..?
saya tau perselingkuhan itu,,haruskah saya memilih untuk pura-pura tidak tau..?
Selasa, April 29, 2008
Dia Yang Paling,,,
Satu pagi yang tak berteman,,
[it's so cold out there,,]
tiba-tiba aku ingat dia,,
yang senyumnya paling banyak kulihat,,
yang hatinya paling sering kubuat sedih,,
yang tawanya paling sering kurindukan,,
yang air matanya paling banyak kubuat tumpah,,
yang belaiannya paling ingin kurasakan,,
yang cemasnya paling tak ingin kusebabkan,,
yang keinginannya paling ingin kuwujudkan,,
yang waktunya paling banyak kusita,,
yang nasehatnya paling banyak tak kudengarkan,,
yang tidurnya paling banyak kubangunkan,,
yang jiwa raganya paling ingin kubahagiakan,,
yang adanya paling sering kulupakan,,
yang cintanya tak akan pernah bisa kusamakan,,
yang peluknya paling bisa menghangatkan,,
yang tiadanya tak akan pernah bisa kubayangkan,,
i love u ibu,,
Rabu, April 16, 2008
ngehe..
waw..
satu bulan saya nggak tengok-tengok blas blog saya ini, no particular reason sbenernya, cuma bisa bilang memang atmosfirnya lagi nggak pas aja.. [itu pembelaan yang paling puol yang bisa saya kasih..]
saya baik2 saja, dengan dunia dibawah langit yang sama. cuma masih ragu aja waktu bakal bawa saya kemana. [mulai agak ngehe-ngehe, apa daya suasana hati lagi bgitu..]
posting ini akan terasa hambar, tidak beresensi, nggak ada intinya, ra mutu blas pokoke! peduli setan, saya hanya butuh nulis sedikit aja, mungkin bisa bikin hati saya agak lega.
sudah deh, saya sudah bilang ini nggak mutu blas,,
maap yah..
satu bulan saya nggak tengok-tengok blas blog saya ini, no particular reason sbenernya, cuma bisa bilang memang atmosfirnya lagi nggak pas aja.. [itu pembelaan yang paling puol yang bisa saya kasih..]
saya baik2 saja, dengan dunia dibawah langit yang sama. cuma masih ragu aja waktu bakal bawa saya kemana. [mulai agak ngehe-ngehe, apa daya suasana hati lagi bgitu..]
posting ini akan terasa hambar, tidak beresensi, nggak ada intinya, ra mutu blas pokoke! peduli setan, saya hanya butuh nulis sedikit aja, mungkin bisa bikin hati saya agak lega.
sudah deh, saya sudah bilang ini nggak mutu blas,,
maap yah..
Rabu, Februari 13, 2008
welcome back to the "nasi aking" era,,
[ternyata udah sebulan saya nggak nengok ini blog, sebutlah saya nggak produktif, tapi memang kepala lagi nggak mau kompromi, semua ditahan aja didalem, susah buat diterjemahkan dalam kata-kata, apa mungkin saya mulai mandul kata-kata, duuhh,,,amit-amiiitt!!jangan sampe deh! saya pengen terus berkata-kata, sampe mati kalau bisa, bahkan kalau emang takdir saya jadi hantu, saya nggak mau jadi hantu pendiem, pengen jadi yang talkative, bukan cuma modal tampang serem, rambut panjang, ama baju putih model sprei,,]
saya baru sadar, akhir-akhir ini sering banget "nasi aking" disebut-sebut di tivi. sebenarnya saya udah akrab sama benda ini dari saya kecil. tiap hari kalau nasi di rumah nggak habis, sisa nasinya pasti ibu saya jemur besok paginya sampe kering terus ditampung di kantong plastik. kadang waktu dijemur, ada jamur-jamur warna oranye yang tumbuh di atas nasi yang memang sudah basi itu. kalau kantong plastik sudah penuh, ibu kasih nasi kering itu ke mbak rohanah, pembantu tetangga, karena waktu itu keluarga saya udah nggak memakai jasa pembantu lagi dengan pertimbangan saya dan kakak perempuan saya sudah cukup besar buat mengurus diri kami sendiri. saya yang memang sok tau dari dulunya, punya kesimpulan kalau nasi kering itu bakal buat makanan ayam. saya nggak pernah menyangka kalau nasi kering itu bakal makan mbak rohanah sekeluarga setiap hari. saya masih ingat, betapa saya terhenyak sekitar 3 detik waktu pertama kali saya sadar kalau sisa nasi yang saya makan, ternyata kembali jadi makanan buat sebuah keluarga di sana, yang notabene sama-sama manusia. ada sesak di dada saya yang tiba-tiba muncul kalau ingat jamur-jamur oranye itu, omigod,,
sekarang ini, rasa sesak yang sama muncul lagi di dada saya. di era serba abrakadabra sekarang ini, ternyata nasi aking [terpaksa] masih jadi makanan sehari-hari sebagian masyarakat indonesia yang katanya kaya raya makmur sentosa ini. jangan dulu lah ngemeng soal era globalisasi dengan embel-embel free trade area-nya, badai teknologi informasi, komputerisasi, gaya hidup back to nature dengan makanan serba organiknya yang harganya selangit, tren fashion yang katanya bolak balik bolak lagi ke jaman 60an, perawatan kulit paling mutakhir yang nggak tanggung-tanggung dari mulai lumpur sampai emas jadi bahan buat luluran, bla..bla..bla.. sadar woi sadar!!!! sebagian dari bangsa ini masih makan nasi basi yang dikeringkan, dikukus, yang mungkin kemudian dihidangkan hanya dengan totolan sambel plus seuprit ikan asin..
[i am definitely, surely, totally, completely realize now that there must be something wrong with us,,]
saya coba putar kepala, lihat dari sisi yang berbeda. nasib. apa cuma ini jawabannya? mungkin memang sudah nasib, sebagian dari kita hanya mau makan beras pilihan yang jauh-jauh diimpor dari india, sementara sebagian lainnya "hanya" bisa makan nasi basi sisa tetangga. mari bicara dengan si pemakan beras pilihan dari india. mereka bisa saja bilang, kami bekerja keras untuk ini jadi kami pantas dapat yang terbaik. jangan pernah salahkan gaya hidup kami. bukan dosa kami juga kan kalau diluar sana banyak orang yang tidak seberuntung kami. apa salah kalau kami kaya?
saya yang mulai pusing kembali putar kepala, coba bicara dengan si pemakan nasi aking. mereka bilang, keadaan yang memaksa kami begini. tapi mungkin memang sudah nasib. kami juga sudah berusaha, kerja pontang panting, tapi ya hasilnya segitu-gitu juga. mana apa-apa naik sekarang. anak-anak harus bayar sekolah, belum bayar kontrakan rumah, listrik, air, mana cukup buat beli beras. satu yang pasti, kami tidak pernah minta dilahirkan jadi orang miskin.
saya bener-bener pusing sekarang. saya putuskan buat tegakkan kepala saya lurus ke depan aja deh,, sekarang ini saya belum cukup kuat buat tengok kanan, tengok kiri setiap saat, terus-menerus, saya masih limbung, masih gampang jatuh. semoga saya cepat tumbuh jadi lebih kuat, supaya sambil berjalan saya bisa tengok kanan, kiri, kanan, kiri lagi,,mungkin ada yang bisa saya buat,, minimal supaya cerita keluarga pemakan nasi aking nggak muncul lagi di berita jam 6 sore, jadi rasa sesak itu nggak muncul lagi di dada saya,,
amin.
saya baru sadar, akhir-akhir ini sering banget "nasi aking" disebut-sebut di tivi. sebenarnya saya udah akrab sama benda ini dari saya kecil. tiap hari kalau nasi di rumah nggak habis, sisa nasinya pasti ibu saya jemur besok paginya sampe kering terus ditampung di kantong plastik. kadang waktu dijemur, ada jamur-jamur warna oranye yang tumbuh di atas nasi yang memang sudah basi itu. kalau kantong plastik sudah penuh, ibu kasih nasi kering itu ke mbak rohanah, pembantu tetangga, karena waktu itu keluarga saya udah nggak memakai jasa pembantu lagi dengan pertimbangan saya dan kakak perempuan saya sudah cukup besar buat mengurus diri kami sendiri. saya yang memang sok tau dari dulunya, punya kesimpulan kalau nasi kering itu bakal buat makanan ayam. saya nggak pernah menyangka kalau nasi kering itu bakal makan mbak rohanah sekeluarga setiap hari. saya masih ingat, betapa saya terhenyak sekitar 3 detik waktu pertama kali saya sadar kalau sisa nasi yang saya makan, ternyata kembali jadi makanan buat sebuah keluarga di sana, yang notabene sama-sama manusia. ada sesak di dada saya yang tiba-tiba muncul kalau ingat jamur-jamur oranye itu, omigod,,
sekarang ini, rasa sesak yang sama muncul lagi di dada saya. di era serba abrakadabra sekarang ini, ternyata nasi aking [terpaksa] masih jadi makanan sehari-hari sebagian masyarakat indonesia yang katanya kaya raya makmur sentosa ini. jangan dulu lah ngemeng soal era globalisasi dengan embel-embel free trade area-nya, badai teknologi informasi, komputerisasi, gaya hidup back to nature dengan makanan serba organiknya yang harganya selangit, tren fashion yang katanya bolak balik bolak lagi ke jaman 60an, perawatan kulit paling mutakhir yang nggak tanggung-tanggung dari mulai lumpur sampai emas jadi bahan buat luluran, bla..bla..bla.. sadar woi sadar!!!! sebagian dari bangsa ini masih makan nasi basi yang dikeringkan, dikukus, yang mungkin kemudian dihidangkan hanya dengan totolan sambel plus seuprit ikan asin..
[i am definitely, surely, totally, completely realize now that there must be something wrong with us,,]
saya coba putar kepala, lihat dari sisi yang berbeda. nasib. apa cuma ini jawabannya? mungkin memang sudah nasib, sebagian dari kita hanya mau makan beras pilihan yang jauh-jauh diimpor dari india, sementara sebagian lainnya "hanya" bisa makan nasi basi sisa tetangga. mari bicara dengan si pemakan beras pilihan dari india. mereka bisa saja bilang, kami bekerja keras untuk ini jadi kami pantas dapat yang terbaik. jangan pernah salahkan gaya hidup kami. bukan dosa kami juga kan kalau diluar sana banyak orang yang tidak seberuntung kami. apa salah kalau kami kaya?
saya yang mulai pusing kembali putar kepala, coba bicara dengan si pemakan nasi aking. mereka bilang, keadaan yang memaksa kami begini. tapi mungkin memang sudah nasib. kami juga sudah berusaha, kerja pontang panting, tapi ya hasilnya segitu-gitu juga. mana apa-apa naik sekarang. anak-anak harus bayar sekolah, belum bayar kontrakan rumah, listrik, air, mana cukup buat beli beras. satu yang pasti, kami tidak pernah minta dilahirkan jadi orang miskin.
saya bener-bener pusing sekarang. saya putuskan buat tegakkan kepala saya lurus ke depan aja deh,, sekarang ini saya belum cukup kuat buat tengok kanan, tengok kiri setiap saat, terus-menerus, saya masih limbung, masih gampang jatuh. semoga saya cepat tumbuh jadi lebih kuat, supaya sambil berjalan saya bisa tengok kanan, kiri, kanan, kiri lagi,,mungkin ada yang bisa saya buat,, minimal supaya cerita keluarga pemakan nasi aking nggak muncul lagi di berita jam 6 sore, jadi rasa sesak itu nggak muncul lagi di dada saya,,
amin.
Sabtu, Januari 12, 2008
halte,,
wuizz,,,
2008 nih, selain begadangan semalaman waktu tanggal 31 kemarin, saya rasa belum ada yang istimewa di tahun baru ini. tapi ada satu hal baru yang lumayan mengusik hati dan jidat saya awal tahun ini. jadi begini, kira-kira dari 2 bulan kemarin, banyak pekerja-pekerja yang serentak membangun bangunan misterius yang mirip perpaduan antara tiket box, wc umum, dan pos satpam. waktu saya tanya: "eh, tau ga sih itu di pinggir2 jalan lagi bangun apaan..?" berbagai jawaban pun muncul.
teman 1 : "ooo,,iya,,aku juga liat,,apa yah,,tiket box kali,,tapi buat apa yah,,?"
teman 2 : "mirip halte sih,,tapi kayak wc umum gitu,,apa pos satpam gitu,,"
teman 3 : "yang mana..?ooo,,,yang itu,,kayaknya bakal ada baswey yo di jogja,,duh,,nambah ruwet ki,,"
teman 4 : "koyone yo halte, koyone arep ono bis kota patas ngono kae,,koyone loh,,,"
sebenarnya sampai hari ini saya juga belum tau pastinya fungsi yang sebenar-benarnya dari halte-halte itu. [akhirnya saya menyimpulkan kalau itu halte, karena itu kemungkinan paling wajar daripada wc umum atau pos satpam]. kabar-kabar burungnya sih, di jogjaraya ini bakal ada sarana transportasi baru, bis patas yang punya jalur sendiri. mungkin ini adaptasi dari busway di jakarta. great, saya pikir ini kemajuan, terlepas dari kondisi jalan-jalan di jogja yang yakin mampus bakal tambah kacau kalau bis ini benar-benar sudah beroperasi. ada jalur khusus yang tersedia untuk bis baru ini, tapi wahai teman-teman, ini jogja, dengan jalan raya yang lebarnya tak seberapa, masih dipotong jalur khusus bis pula. hadoohhhh,,,
wah, hampir lupa saya, ada satu hal yang paling mengganggu saya. beberapa halte yang sudah jadi, [saya simpulkan begitu karna tidak ada lagi pekerja-pekerja yang utak-atik disitu] sekarang ini sudah banyak yang ternoda, penuh tulisan-tulisan norak dengan cat semprot a.k.a pilok,,duh,, memang bukan indonesia kalau fasilitas umumnya bisa "aman". tapi yaelah,,,itu halte belum juga beroperasi,,eehh, anjisss,,,pilok warna-warni sudah ngejegrek aja disitu. mungkin ada virus baru yang beredar di masyarakat indonesia sekarang-sekarang ini, terutama abg-abg yang masih pake putih abu-abu [golongan inilah yang saya percaya jadi tersangka utama kasus coret-coret halte]. virus ini sederhana, virus lupa. mungkin waktu berangkat sekolah, mereka lupa bawa tangan, hati, dan otak mereka. jadi gitu deh, seenak-enak udel aja sama negaranya sendiri.
saya terus berharap, suatu hari semua orang di negara ini bisa tau caranya memperlakukan bangsa sendiri,,
2008 nih, selain begadangan semalaman waktu tanggal 31 kemarin, saya rasa belum ada yang istimewa di tahun baru ini. tapi ada satu hal baru yang lumayan mengusik hati dan jidat saya awal tahun ini. jadi begini, kira-kira dari 2 bulan kemarin, banyak pekerja-pekerja yang serentak membangun bangunan misterius yang mirip perpaduan antara tiket box, wc umum, dan pos satpam. waktu saya tanya: "eh, tau ga sih itu di pinggir2 jalan lagi bangun apaan..?" berbagai jawaban pun muncul.
teman 1 : "ooo,,iya,,aku juga liat,,apa yah,,tiket box kali,,tapi buat apa yah,,?"
teman 2 : "mirip halte sih,,tapi kayak wc umum gitu,,apa pos satpam gitu,,"
teman 3 : "yang mana..?ooo,,,yang itu,,kayaknya bakal ada baswey yo di jogja,,duh,,nambah ruwet ki,,"
teman 4 : "koyone yo halte, koyone arep ono bis kota patas ngono kae,,koyone loh,,,"
sebenarnya sampai hari ini saya juga belum tau pastinya fungsi yang sebenar-benarnya dari halte-halte itu. [akhirnya saya menyimpulkan kalau itu halte, karena itu kemungkinan paling wajar daripada wc umum atau pos satpam]. kabar-kabar burungnya sih, di jogjaraya ini bakal ada sarana transportasi baru, bis patas yang punya jalur sendiri. mungkin ini adaptasi dari busway di jakarta. great, saya pikir ini kemajuan, terlepas dari kondisi jalan-jalan di jogja yang yakin mampus bakal tambah kacau kalau bis ini benar-benar sudah beroperasi. ada jalur khusus yang tersedia untuk bis baru ini, tapi wahai teman-teman, ini jogja, dengan jalan raya yang lebarnya tak seberapa, masih dipotong jalur khusus bis pula. hadoohhhh,,,
wah, hampir lupa saya, ada satu hal yang paling mengganggu saya. beberapa halte yang sudah jadi, [saya simpulkan begitu karna tidak ada lagi pekerja-pekerja yang utak-atik disitu] sekarang ini sudah banyak yang ternoda, penuh tulisan-tulisan norak dengan cat semprot a.k.a pilok,,duh,, memang bukan indonesia kalau fasilitas umumnya bisa "aman". tapi yaelah,,,itu halte belum juga beroperasi,,eehh, anjisss,,,pilok warna-warni sudah ngejegrek aja disitu. mungkin ada virus baru yang beredar di masyarakat indonesia sekarang-sekarang ini, terutama abg-abg yang masih pake putih abu-abu [golongan inilah yang saya percaya jadi tersangka utama kasus coret-coret halte]. virus ini sederhana, virus lupa. mungkin waktu berangkat sekolah, mereka lupa bawa tangan, hati, dan otak mereka. jadi gitu deh, seenak-enak udel aja sama negaranya sendiri.
saya terus berharap, suatu hari semua orang di negara ini bisa tau caranya memperlakukan bangsa sendiri,,
Langganan:
Postingan (Atom)
