Sabtu, November 22, 2008

..tak layak kau didera..

sayang,
kita kini sudah duduk berhadapan, tolong tegakkan kepalamu, aku akan sedikit bercerita tentang hatiku. aku tidak memaksamu untuk memahami setiap jengkal perjalanan kalimatku. aku hanya bisa berharap, seluruh inderamu bisa menerima semua bahasa yang akan kukirimkan padamu. sungguh sayangku, setengah mati akan aku coba jelaskan semuanya.

hati seharusnya seperti air, mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. itu yang aku kutip dari "rectoverso". satu kalimat sederhana yang dengan telaknya menginjak-injak naluriku. seketika aku bertanya, apakah hatiku sedang mengalir bersamamu sekarang? aku merasa sedang diam sayang, statis, tidak bergerak. seperti perahu karet terombang ambing tanpa dayung di danau buatan. hanya bisa bergoyang-goyang sedikit jika sedang beruntung karena kebetulan ada angin lewat.

maafkan aku, oh bukan, ini belum saatnya minta maaf. ini saat untuk lebih membuat kamu mengerti. aku yakin kamu tau, betapa aku goyah jika kamu pergi, betapa duniaku yang 5 tahun ini kamu isi, kamu penuhi, kamu bentuk perlahan, akan berantakan dan jadi abstrak jika kamu tak ada. tapi ini mulai terasa tak adil untukmu. aku tak ingin tetap bersamamu karena aku takut sendiri. aku tak ingin kamu tenggelam bersamaku dalam danau buatan hanya karena tak ada angin lagi yang menggoyangkan perahu karetku.

sayang,
saat ini mulai aku lihat kemarahan itu di matamu. berbaur dengan sedihmu yang kamu coba tutupi dengan sedikit kerutan di dahimu. aku tidak pernah suka kerutan-kerutan itu.

maafkan aku,

"Lepaskanku segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta
Karena kaulah satu yang kusayang
Dan tak layak kau didera"

-peluk, by dewi lestari-

Tidak ada komentar: